Allah berfirman dalam surat Yusuf : 118 - 119
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia akan menjadikan manusia umat yang satu. Namun, mereka senantiasa berselisih (dalam urusan agama), kecuali orang yang dirahmati oleh Tuhanmu. Menurut (kehendak-Nya) itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam (dengan pendurhaka) dari kalangan jin dan manusia semuanya.”
Dalam ayat ini Allah berfirman kepada Nabi Muhammad saw, "jika Tuhanmu wahai Nabi Muhammad, menghendaki, tentu Dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih -sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya".
Ditegaskan juga dalam ayat lain bahwa manusia itu dulunya adalah satu ummat saja tanpa ada perselisihan di antara mereka, namun setelah mereka berkembang biak, lahirlah keperluan dan keinginan yang berbeda-beda, sehingga muncullah perbedaan dan perselisihan yang tak ada habisnya, lihat surat Yunus : 19, وَمَا كَانَ النَّاسُ اِلَّآ اُمَّةً وَّاحِدَةً فَاخْتَلَفُوْاۗ Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.
Dari sini dapat difahami bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah. yang menjadi tugas kita adalah menghargai setiap perbedaan. perbedaan yang dimaksud meliputi beberapa aspek, di antaranya perbedaan jenis kelamin, perbedaan berbangsa, perbedaan suku, kelompok, golongan bahkan agama. Allah berfirman :
يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. Al-Hujurat : 13
Dalam ayat lain Allah lebih merinci perbedaan dalam menciptakan manusia sebagai salah satu dari tanda kebesaran-Nya. perhatikan ayat berikut:
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّلْعَالِمِينَ
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berilmu. Ar-Ruum: 22
Keniscayaan dalam perbedaan sudah sangat jelas disebutkan oleh Allah dalam ayat-ayat di atas, tetapi dalam praktiknya, seringkali kita tidak atau kurang bisa menerima perbedaan. Namun jika kita melihat perbedaan itu dalam kacamata keilmuan, maka akan tampak tanda kebesaran dan keagungan Tuhan, sehingga kita dapat menambah keimanan dan ketaqwaan. Bukan malah sebaliknya, dengan perbedaan justru mendekatkan kita pada kedurhakaan dan kesombongan.
wallahu a'lam